16 February 2015

Jalan-Jalan Ke Korea #Part2 Persiapan Winter Stuffs, Itinerary, dan Budget selama di Korea

Sebelum saya mulai menulis mengenai persiapan winter stuffs, satu hal yang saya sadari selama menyiapkannya adalah : Liburan saat winter itu MAHAL sodara-sodara hahahahha

Oke, berhubung saya perginya pas winter, jadi segala keperluan selama musim dingin saya persiapkan sekitar tiga minggu sebelum berangkat. Apa aja sih? Nih ya saya list di bawah ini :
1. Winter Jacket – saya belinya di Pasar pagi mangga dua. Disini ada beberapa toko yang menjual persiapan winter, ada Toko Djohan dan Toko Farina, dua-duanya ada di lantai 2. Kebetulan saya belinya di Toko Farina. Harganya bervariasi, mulai dari 600ribu sampai di atas satu juta


2, Long John / Dalaman hangat, sepasang atasan dan bawahan – harganya dari 90ribu sampai 200ribuan. Kebetulan saya dapat yang harganya 90ribu, dan cukup hangat kok selama di Korea

3. Ear Muff

4. Sarung Tangan


5. Kaos Kaki tebal
6. Syal
7.  Sepatu (saya bawa dua : Kets dan Booth pendek)
8.Obat-obatan Pribadi. Saya sih bawanya tolak angin (karena takut masuk angin), Balsem dan salep buat pegel-pegel (karena akan banyak jalan), obat maag (jaga-jaga maag saya kambuh), Minyak kayu putih, Koyo cabe, Antibiotik dan obat sakit gigi




Untuk point 3 – 6 saya belinya di metro pondok indah, kebetulan lagi ada diskon, jadi lumayan banget harganya, plus kualitasnya cukup bagus.

Itinerary
Jujur dalam pembuatan itinerary ini saya banyak di bantu oleh mba indri
Jadi saya menyempatkan waktu untuk ketemu dan membahas kira-kira saya mau kemana aja nantinya selama di Korea. Selain di bantu untuk menyiapkan itinerary, saya juga di pinjemin buku keramat yang ampuh banget membantu perjalanan saya selama di Korea.
 Ini penampakan bukunya

Saya pribadi sangat merekomendasikan buku ini untuk di bawa selama ke Korea, Jalur subwaynya pun lengkap. Alhamdulillah perjalanan saya dari satu tempat ke tempat lain jadi mudah dan lancar dengan bantuan buku ini.



Ini salah satu peta subway yang ada di buku


Dan ini adalah sekilas dari itinerary saya, tentunya ini semua sangat fleksibel, disesuaikan dengan kondisi selama di sana.



Setelah winter stuffs lengkap dan itinerary sudah selesai di buat, maka jangan lupa nukerin duitnya ke Won ya, kan ga lucu kalau sampai lupa. Waktu itu 1 won sekitar 11,56 Rupiah. Bawa berapa nya sih di sesuaikan saja dengan berapa hari di sana dan kira-kira mau kemana saja selama di sana. Yang jelas untuk makan di Korea, per sekali makan budgetnya mulai dari 5000 KRW, bahkan bisa lebih juga dari 10.000 KRW, tapi saya menyiasatinya jika lebih dari 10.000 KRW makannya sharing dengan teman, karena di sana porsinya gede-gede.

Beberapa teman menanyakan berapa total budget yang saya habiskan selama di Korea. Jadi, untuk masalah budget sih sebenarnya lagi-lagi tergantung dari masing-masing orang, intinya adalah :

1. Budget Untuk Makan
Seperti yang saya sebutkan di atas untuk makan, kisarannya sekali makan 5.000 – 10.000 KRW bahkan bisa lebih. Sehari bisa dua kali makan besar, satu kali sarapan. Untuk sarapan, penginapan saya menyediakan sarapan roti setiap harinya. Tetapi saya dari Jakarta bawa abon, bon cabe, coco crunch 2, dan super bubur 2. Jadi saya gak akan kebosanan makan roti setiap hari. Tadinya malah mau bawa sarden siap makan King’s Fisher seperti waktu ke Singapura, tapi dari pada ribet kebanyakan yang di bawa, plus males kalau tiba-tiba pas di bandara harus buka-buka koper karena pihak bandara curiga saya bawa yang aneh- aneh karena sarden itu packaginya kaleng, so saya batalkan niat untuk bawa sarden.

2.  Kalau mau hemat, bisa beli nasi kepal yang berbentuk segitiga di Seven Eleven. Rasanya macem-macem ada tuna, chicken dan satu lagi saya lupa yang ada gambar sapinya dan ada mayonnaise nya (yang terakhir ini fav.saya). Harganya 800KRW. Saya biasanya beli dua, dan ini cukup mengenyangkan. 


Prinsipnya adalah 3 M : Murah meriah mengenyangkan
Selain makan besar dan sarapan, berhubung saya orangnya demen nyemil (baca : cepet laper, apalgi di cuaca dingin, heheh), maka jangan lupa siapin juga budget untuk cemal-cemil, karena banyak banget jajanan pinggir jalan yang endues. Sebut saja odeng, kisaran harganya dari 500 KRW – 1500 KRW. Selama di Korea Cuma sekali saya nemu odeng harganya 500 KRW, yaitu pas di depan stasiun Unseo. Odeng ini pas banget di makan saat cuaca dingin, karena hangat plus di kadang di sajikan dengan sup hangat di gelas kertas gitu. Massitaaaaaaa….

Selain odeng jajanan pinggir jalan favorit saya adalah tteopokki, harganya kisaran 2500 KRW, lalu di dongdaemun dekat dengan Doota, ada yang jual Potatoes Hotdog yang bikin kenyangnya awet, jangan lupa juga cobain sate gurita ya, kenyal-kenyal enak, hahahahha. Jangan takut beli makanan di pinggir jalan, karena beda dengan di sini, yang terpapar polusi, di sana walau di jual di pinggir jalan, tapi kios mereka bersih banget dan ada penutupnya (ahhhh, sayangnya saya lupa foto), di tambah lagi udara di Korea yang juga bersih.







3.  Budget untuk Transport
-      Saya travellingnya semi backpacker karena kesananya bawa koper, tapi untuk urusan transport selama di sana saya 95% mengandalkan Subway - beli T money di mini mart macam Seven Eleven atau GS 25, harga nya sekitar 3000 KRW yang bisa di top up - sisanya sekali naik bus, waktu mau ke Namsan, dan taksi waktu mau ke Nami, itupun setelah naik kereta dan berenti di Gapyeong station baru lanjut taksi ke Nami, dengan ongkos sekitar 3300 KRW, di bagi tiga orang (cerita lengkapnya menyusul). Selain itu dari Nami saat mau ke Petite Franche saya juga naik taksi share cost dengan turis asal Philipine, ongkosnya sekitar 17.400 KRW (cerita lengkapnya juga menyusul).  Budget Trasnport selama di Korea saya anggarkan sekitar 700.000 IDR atau kurang lebih 58.000 KRW (saya membulatkan 1 KRW = 12IDR). Tetapi ternyata budget yang saya keluarkan lebih sedikit dari yang saya anggarkan.  
-      Untuk T money kebetulan travel mate saya dapat pinjeman dari temannya, sehingga kami tidak perlu lagi beli selama di Korea. Begitu sampai di Incehon, saya top up 20.000 KRW, lalu beberapa hari kemudian top up lagi sekitar 5000 KRW, dan dua kali top up sebesar 3000 KRW. Jadi total top up T money saya untuk transport selama 6 hari di Korea adalah 31.000 KRW. Sehingga kalau di total ongkos untuk transport saya ketika di korea : T Money ditambah total waktu naik taksi 5.450 KRW, sehingga jumlah nya adalah 36,450 KRW. Bahkan T money saya masih ada sisanya sekitar 5000 KRW. Lumayan irit, heheheh


T money

4. Budget Untuk Belanja Kosmetik
Korea gudangnya kosmetik. Semua kosmetik produk Korea bisa di temukan di sepanjang jalan di Myeongdong. Tapi bahkan saat sebelum ke Myeongdong, waktu masih jalan-jalan di Dongdaemun saya dan travel mate saya sudah kalap belanja kosmetik. Sebut saja Etude, Face Shop, Nature Republic, Beyond, It’s Skin, Tony Moly, The Saem (brand ambasadornya GD yang di make up jadi kaya cewe banget L) dan masih banyak lagi. Oh ya yang jadi pertanyaan saya, kenapa ya di sana yang di jadiin model untuk kosmetik-kosmetik ini rata-rata LAKI?? Mulai dari GD sampai EXO. Why??? Padahal sasaran pasaranya pereu kan ya? Oke lupakan saja lah ya, yang penting kosmetik di sini harganya murceeeeeee. Kebayang kan di Indonesia harganya bisa berkali-kali lipat. Makanya jangan lupa siapin budget lebih untuk beli kosmetik, selain bisa buat pribadi, bisa buat oleh-oleh juga, seperti masker wajah yang bisa beli 10 gratis 10 yang di jual dengan harga kisaran dari 6000 KRW sampai 10.000 KRW, tergantung merk dan tergantung factor luck 

5. Budget untuk Shopping tas, baju atau sepatu
Awalnya saat menyiapkan budget ke Korea, gak terlintas di benak saya kalau akhirnya saya akan belanja tas, coat dan sepatu. Hahahahha. Tapi ternayata saya gak kuat sama godaan di sana. Gimana gak, setiap menuju subway, selalu saja ada yang menarik perhatian, banyak banget di jalur subway kios-kios yang menjual baju, sepatu, syal dengan harga murceeee. 





 Bahkan coat yang saya beli hanya 10.000 KRW. Untuk tas, saya ada toko favorite, karena selain harganya semuanyaaaaa tanpa terkecuali di jual dengan harga 10.000 KRW, yang jaga tokonya oppa ganteng. Aaaahhhh saranghae oppa hahahahhaha. Alamatnya di Insadong, line 3 exit 2, jalan lurus ajaaaaa, (seinget saya ngelewatin Ssamziegil dulu deh) sampe nemu toko dengan tulisan berikut :


toko ini oppa nya ganteng

ngelewatin ini dulu

6. Budget untuk masuk ke tempat-tempat rekreasi atau Pallace 
Kira-kira kisarannya dari 3000 KRW – 8000 KRW, (tidak termasuk tiket ke everland atau Trick Eye Museum ya). Ini budget seperti ke Nami Island, Petite French, dan beberapa Pallace. Sila di sesuaikan dengan itinerary masing-masing

7. Budget nongkrong di Café ( masukan saja ke Budget tak terduga)
Kebetulan saat di sana ada beberapa kali karena faktor ketidaksengajaan sehingga harus masuk dan beli minuman di Café. Harganya cukup menguras kantong, karena teh seperti English breakfast di sana di patok di harga 6000 KRW, untuk kopi juga di patok di kisaran harga segitu *nangis di pundak ahjussi ganteng*. Anggaplah sekitar 3 kali ya masuk café, artinya 6000KRW di kali 3 = 18.000 KRW, sila di convert ke IDR

8. Budget tak terduga lainnya
-      Ini WAJIB hukumnya di siapkan. Karena kejadian yang saya alami saya harus merogoh kocek sekitar 136.000 KRW untuk beli bagasi (bagi dua dengan travel mate saya). Ini cukup bodoh sih, saat beli tiket penerbangan saya gak beli sekalian dengan bagasi, karena berpikir gak akan belanja apapun selama disana. Kalaupun belanja juga masih muat lah masuk koper atau bawa tentengan kecil, dan ternyata semua itu SALAH sodara-sodara. Baliknya saya bawa tentengan plastic bag sebesar 7KG, sementara koper saya saja sudah 10KG. Dan yang boleh masuk ke kabin hanya, 1 koper seberat 7 KG  dan 1 tas jinjing. Mau gak mau harus pakai bagasi, dan biaya bagasi yang harus saya bayar yah segitu. Mau nangis rasanyaaaaa……..belum lagi kalau ingat perjuangan geret-geret koper dan plastik bag dari penginapan sampai stasiun dan beberapa kali ganti subway sebelum akhirnya sampai di Incheon.
-      Biaya tak terduga lainnya adalah budget untuk makan selama di pesawat. Sebenarnya ini bisa di beli online pas waktu beli tiket pesawat. Berhubung perjalanan panjang, jangan sampai perut kosong. Gak mau kan, sampai Korea atau pas balik dari Korea malah sakit. Pengennya sih selama sebelum dan sesudah perjalanan liburan tetap sehat. Amin.

Jadi berapa total yang saya habiskan untuk tiket, penginapan, persiapan seperti biaya VISA , beli winter stuffs, transportasi menuju korea, selama di Korea, dan balik dari Korea, shopping, oleh-oleh dan biaya tak terduga? Kira-kira kurang lebihnya adalah 11jt IDR. Ini bersih ya. Tapi kalau di kurangin dengan biaya seperti VISA dan persiapan winter stuffs, artinya biaya yang saya keluarkan selama disana ditambah tiket pesawat dan penginapan + Oleh-oleh dan belanja-belanja totalnya sekitar 9,5jt IDR. Sekali lagi budget masing-masing orang akan berbeda ya.

Next Tulisan : #Part3 Hari Pertama : Sido Island, Haraboji yang baik hati, dan N Seoul Tower

9 comments:

cipu said...

Wah informatif sekali, Indira. The kind of traveling journal that I love reading, bukan cuma postingan yang nampilin foto diri sendiri doang hehehehe.

Been to Korea and we havent even met? Hahahahahahah. Ditunggu postingan jalan jalan berikutnya yah

Indira said...

@Mas Cipu : thank you mas. Btw sekarang stay di mana? kalau ga salah sempat di jakarta kan? iya nih kita belum pernah ketemu ya

Rya Wulandari said...

kalo beli bagasi pulang dr korea brp kira2? klo yg air asia kan dah harga bgasi dah masuk total biaya tiket kan?? trus kalo pake koreanair mahal gak si pp'y?

desy indira said...

@Rya, sory for late reply. Waktu itu aku lupa biaya per bagasi nya berapa. Ingetnya cuma harus bayar sekitar 13.000 won untuk dua bagasi. Pembelian tiket air asia yang aku beli saat itu tidak termasuk bagasi, bagasi ada biaya terpisah.

Ailice said...

thank you so much this is super duper helpful! :)

miyusa 09 said...

@Rya Seru abisssssss... :-)
Klo Rya bikin visa sendiri atau via jasa pembuatan visa? Kalau via jasa, saya minta referensinya ya.. Soalnya saya stay di kalimantan.

Makasihhhhh Rya..

fanny fristhika nila said...

budget ke korea yg udh aku buat pun kurleb segitu juga kok :D.. wuaahhh jd ga sabar mw berangkat... murah2 bgt yak di sana.. aku sih udh nyiapin bagasi 40kg utk menampung semua blnjaan mba hihihih ;p.. eh, traveling pas winter walo memang mahal awalnya, tp ttp loh aku lbh suka drpd musim2 lainnya.. mungkin krn aku ga kuat panas kali ya.. jd tiap traveling ke negara 4 musim, pasti waktunya winter :D

yoga said...

Makanannya Hallal gak?

dessy hwang said...

Terima kasih kak sudah berbagi infonya

Author

BTemplates.com

Checkpagerank.net